Pages

Pensil Charcoal

pensil charcoal berbungkus kayu, pensil charcoal putih berbungkus kayu
dan pensil charcoal tanpa kayu (woodless)
Pensil ini berbahan dasar arang, konon ada yang bercampur tanah liat lalu dipadatkan, dibentuk, dibungkus dengan kayu, hingga sama seperti pensil pada umumnya. Karakter pensil charcoal lebih hitam dari grafit. Setiap merk juga memiliki karakter berbeda, Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan.

perbeda grafit dan charcoal itu sangat penonjol, terutama pada tingkat kehitaman. Sehitam-hitamnya grafit masih terlihat nuansa abu-abu, tapi namanya charcoal ya arang, hitam pekat juga sensitif. Awal belajar menggunakan pensil charcoal bikin frustasi, sulit dikendalikan, area kerja mudah kotor, ketika meraut selalu patah dan tidak pernah runcing. Tapi kemudian setelah bisa menguasai, charcoal menarik untuk dieksplor.

Perbedaan selanjutnya adalah, bahan grafit akan memberi efek visual yang tidak utuh ketika kita memandang karya dari sudut miring atau tertentu, akan sedikit ada gangguan berupa warna yang tidak hitam lagi dan agak menjadi kelabu. Efek visual grafit yang tidak stabil ini kadang agak merepotkan ketika bekerja menyelesaikan gambar. Untuk menghilangkan efek tidak stabil dalam karya grafit, sebaiknya setelah selesai menggambar, segeralah semprotkan fixsatif. Cara ini akan membuat karya menjadi baik. Keunggulan karya yang menggunakan charcoal akan tetap terlihat hitam dari sudut manapun kita memandang , walau demikian tetap setelah karya itu benar-benar selesai harus tetap di semprot dengan fixsatif.

Beberapa merek pensil charcoal memiliki lever kehitaman berbeda antara lain:

Hard, ada yg memberi istilah light: 

jika diarsir mata pensil terasa keras, warnanya tidak terlalu hitam. Cocok untuk meratakan arsiran awal. Lebih awet masa pakainya.


Medium: 

kriteria penyeimbang antara keduannya, tidak terlalu keras, tidak terlalu gelap.

Soft lawan dari hard dan dark lawan dari light: 

jika diarsir mata pensil lebih lembut, hitam pekat, super sensitif. Untuk menajamkan mata pensil terkadang harus menggunakan pisau/cutter, jika nekad menggunakan rautan putarlah secara perlahan supaya tidak cepat patah. Mengarsir dengan pensil charcoal jenis soft bagusnya untuk membuat blok hitam, efek gelap. Karena lembut saat mengarsir banyak partikel arang yang menempel pada permukaan kertas, akan terlihat kasar dan mengeluarkan tekstur. Termasuk pensil yang cepet habis.


Mengarsir dengan pensil charcoal biasnya dialkukan secara perlahan dan merata. Juga siapkan kertas bersih untuk menutup gambar jika memang harus menempelkan tangan pada permukaan kertas sebagai pijakan. Sebab karakter chracoal yang serba sensitif bisa membuat area gambar berantakan dan kotor. Kemudian memperhatikan cara mengendalikan tekanan arsir. Ingat charcoal itu sensitif arsiran menekan akan memberi warna hitam pekat walau menggunakan versi hard, terlebih soft.

Dalam pensil charcoal, terdapat pesil versi woodless, mirip seperti woodless-nya grafit . suka sekali menggunakan pensil charcoal ini, pensil murni bubuk arang padat berbalut keramik tipis pengganti kayu, agak lebih berat dan matap jika dipegang. Tapi tidak smua merek mengeluarkan jenis woodless. Sialnya jika pensil jatuh memang nasibnya sudah pasti jadi bubuk. Tapi jangan takut dan sedih, walau sudah hancur tetap simpanlah kepingan dan bubuk dari pensil woodless itu, bisa ditumbuk menjadi charcoal powder atau bubuk arang, orang umum banyak menyebut bubuk konte. padahal jika merujuk conte itu sebuah merek dagang. akan ada bahasan varian charcoal untuk menggambar pada halaman lain, lebih banyak lagi variannya.

Ahmad Nurcholis

No comments:

Post a Comment