Pages

Biar hasil gambar keren, gini loh cara megang pensilnya.

Ceritanya saya dan istri akan berkunjung untuk belajar menggambar pada perupa  RE Hartanto. Awalnya saya memang sering membaca tulisannya di blog, tentang cara menggambar. Untuk menyempurnakan silaturrahmi dan memperjelas sanad keilmuan senirupa maka kami berencana bertemu. Alangkah sayang saat bertemu tenyata kondisi fisik saya malah agak drop, jadi tidak banyak yang bisa dilakukan, saya malah tiduran dan istirahat. Tapi di awal pertemuan itu ia menyampaikan waisatnya, bahwa menggambar itu kuncinya ada di arsiran.  Wasiatnya banyak sih, di rekam oleh istriku yang kebetulan juga sudah kenal lama. tapi pembahasan kali ini masalah arsiran saja dulu, arsiran mengunakan pensil grafit.

Mendengar wasiat itu, setiap menggambar selalu saya amati dan rasakan apa yang membedakan diantara gambar-gambar yang pernah dibuat. Ternyata memang arsiran itu yang memberi ciri dan tanda, arsiran memberitakan sejauh mana proses perjalanan menggambar dimulai. Ungkapnya hanya dengan arsiran hitam dan putih, seniman bisa memproyeksikan obyek tri matra atau tiga dimensi (3D) kedalam bidang dwi matra atau dua dimensi (2D) yang seolah-olah terlihat 3D. Artinya arsiran memang benar-benar penting.

Cara sederhana ini sepertinya bisa mengontrol tingkat kehitaman pensil. Dengan pensil yang sama dan cara memegang pensil berbeda, kita bisa mengatur varian warna kehitaman. Kuncinya semakin dekat posisi tangan pada mata pensil, maka bisa semakin hitam pekat. Sebaliknya jika semakin jauh posisi tangan pada mata pensil bisa semakin pucat. Cobalah memegang  pensil tidak hanya berada pada satu posisi saja. Jadi biar hasil gambar keren, gini loh teknik megang pensilnya.
  1. Posisi pegangan berdekatan dengan mata pensil. Tekanan pada pensil bisa lebih kuat, hati-hati tekanan terlalu kuat bisa merusak permukaan kertas. Karena tekana kuat hasil arsir bisa lebih gelap. Bagi saya posisi arsiran ini digunakan untuk Jangkauan arsiran pendek-pendek dan berfungsi untuk penebalan, penegasan, penambahan kehitaman. Bukan untuk awal sketsa. Silahkan coba menggunakan pensil 2B.
  2. Posisi pegangan berada di tengah batang pensil. Posisi ini bisa dipakai untuk memulai sketsa, kareana tekanannya tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah. Warna yang dihasilkan tidak terlalu gelap namun jelas. Jangkauan arsiran bisa lebih luas dan lebar.
  3. Posisi pegangan berada di tengah ujung batang pensil jauh dari mata pensil. Posisi ini bisa sangat lemah dalam tekanan, efeknya warna pensil lebih pucat dan pudar. Jangkauan arsir bisa lebih luas, biasanya saya gunakan untuk membuat blok alas tipis.

Gambar 1. posisi tangan dekat dengan mata pensil, arsiran bisa lebih tebal dan hitam. 
Gambar 2 dan 3 posisi di tengan pensil hasil arsiran lebih pucat. 
Gambar 4. posisi tangan ujung pensil, hail arsir semakin pucat. 
Gambar 5. gradasi warna hasil arsiran dengan cara memegang pensil yang berbeda-beda. 
foto: dokumen pribadi





Selamat mencoba #MenggambarItuMudah

Ahmad Nurcholis

2 comments:

  1. Replies
    1. kadang saya menambah pensil dengan extender pensil, jadi pensil lebih panjang. hasilnya supaya mendapat arsiran sangat tipis dari gambar nomer 4. silahkan coba

      Delete